
Adab di Atas Ilmu.
1. Ilmu Tanpa Adab Itu Berbahaya
Ilmu hanyalah alat. Ibarat sebuah pisau, jika dipegang oleh orang yang baik (beradab), ia akan digunakan untuk memasak dan memberi manfaat. Namun, jika dipegang oleh orang yang buruk adabnya, ia bisa digunakan untuk melukai. Kepintaran tanpa karakter hanya akan melahirkan kesombongan.
2. Adab Adalah Wadah Ilmu
Para ulama dan orang bijak zaman dahulu belajar adab selama puluhan tahun sebelum mereka mempelajari ilmu pengetahuan. Mengapa? Karena adab adalah wadah. Jika wadahnya kotor atau bocor, ilmu yang dituangkan ke dalamnya akan terbuang sia-sia atau bahkan menjadi racun.
3. Keberkahan Ilmu Datang dari Hormat
Kunci sukses seorang siswa bukan hanya pada seberapa banyak buku yang dibaca, tapi seberapa besar rasa hormatnya kepada guru dan orang tua. Ilmu yang berkah adalah ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Keberkahan itu tidak akan turun kepada mereka yang tinggi hati dan tidak menghargai sesama.
Pesan Untuk Siswa-Siswi Sekalian:
Sebelum Bapak akhiri, ada tiga hal sederhana yang bisa kalian praktikkan mulai hari ini:
Gunakan Bahasa yang Baik: Hindari kata-kata kasar atau panggilan buruk kepada teman maupun guru, baik secara langsung maupun di media sosial.
Hormati Guru: Saat guru menjelaskan, dengarkan. Saat berpapasan, sapalah dengan sopan.
Rendah Hati: Semakin pintar kamu, seharusnya kamu semakin merunduk dan membantu teman yang kesulitan, bukan malah merasa paling hebat.
Penutup Ingatlah anak-anakku, orang pintar itu banyak, tapi orang yang beradab itu istimewa. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga mulia akhlaknya.
Demikian amanat ini Bapak sampaikan. Semoga kita semua senantiasa menjadi pribadi yang mengutamakan adab dalam setiap langkah mencari ilmu.